budidaya jamur merang

Cara budidaya jamur merang Bagi Pemula

Posted on

Cara budidaya jamur merang Bagi Pemula, jamur merang adalah salah satu jenis jamur yang paling disukai di Indonesia. Anda bisa membudidayakan tanaman jamur dan juga mengolahnya untuk berbagai jenis masakan, antara lain tumis, sop, pepes, dan sebagai pelengkap capcay.

padahal banyak sekali peminat jamur ini tapi sangat jarang para pelaku ekonomi untuk melakukan budidaya jamur jenis ini.

padahal untuk budidaya jamur merang ini tidak memerlukan biaya yang mahal bahkan bisa di lakukan di perumahan.

Nah buat kamu yang berminat untuk menjadikan usaha jamur merang ini sebagai ladang usaha kamu wajib mengetahui informasi seputar jamur ini. pada artikel yang akan saya buat ini saya akan membagiakan panduan lengkap bagaimana cara budidaya jamur merang bagi pemula sampai mahir.

Panduan Budidaya jamur merang

1. Jamur merang adalah jenis jamur yang lezat
jamur merang ini banyak di budidayakan di beberapa wilayah asia tengara ssalah satunya indonesia. karena indonesia memiliki suhu yang pas buat budidaya jamur ini.

ciri-ciri jamur ini adalah berbentuk bulat yang tidak simetris dengan diameter sekitar 5 cm – 14 cm. Permukaannya kering berwarna cokelat sampai cokelat keabu-abuan dan dilindungi oleh selubung. Bilahnya rapat, lebar, dan putih ketika masih muda, kemudian menjadi merah jambu ketika spora dewasa dan siap di panen.

Jamur merang yang termasuk famili Pluteacea ini bisa berkembang dengan cara memproduksi spora berukuran mikron. Spora akan berkecambah dan membentuk hifa. Selanjutnya, kumpulan hifa membentuk gumpalan kecil dan membesar membentuk tubuh buah stadia kancing kecil yang kemudian berkembang menjadi stadia telur. Stadia telur inilah yang dipanen dan dikonsumsi. Rasanya lezat dipadu dengan bumbu-bumbu yang tepat.

Baca Juga : budidaya jamur tiram

2. Budidaya Jamur Merang sebagai Sampingan di Rumah

Jamur merang sangat cocok untuk bisnis sampingan. Bagaimana dengan budidaya jamur merang yang dapat Anda lakukan di rumah. Produksi yang masih terbatas merupakan kesempatan untuk Anda menjadikannya bisnis sampingan.

Jamur Merang merupakan salah satu jenis jamur yang populer untuk dikonsumsi. Permintaan yang tinggi untuk jamur merang belum sepenuhnya dapat dipenuhi oleh pasar. Peluang bisnis yang menarik bukan? Tidak perlu khawatir jika Anda belum memiliki pengalaman sebelumnya karena budidaya jamur merang tergolong mudah untuk pemula.

Manfaatkanlah lahan yang ada di rumah Anda untuk budidaya jamur merang yang selain dapat Anda konsumsi juga dapat menjadi bisnis sampingan apabila anda tekuni. Lahan yang anda perlukan untuk budidaya jamur tersebut tidak harus luas, jika anda sedang mencari rumah dengan lahan yang dapat dimanfaatkan.

3. Manfaat Jamur Merang

Selain rasanya yang lezat, kandungan gizi jamur ini juga kaya. Jamur merang kaya akan protein, vitamin, serat, zat besi, fosfor, dan lain sebagainya. Dengan beragam kandungan tersebut, jamur ini bisa menjadi bahan makanan yang baik bagi tubuh. Bahkan, jamur ini sering dimanfaatkan sebagai pengganti daging bagi vegetarian. Berikut ini manfaat jamur merang untuk kesehatan.

  • Kandungan protein untuk membantu menyehatkan sel tubuh.
  • Kandungan kalsium untuk membantu menjaga kesehatan gigi.
  • Kandungan fosfor untuk membantu mencegah osteoporosis.
  • Kandungan berbagai vitamin untuk mendukung kesehatan mata, otak, dan darah.
  • Kandungan serat untuk membantu melancarkan pencernaan.

Banyak sekali masyarakat yang mulai bercocok tanam di rumah, hal ini termasuk dalam Urban Farming atau bertani masa kini sudah banyak diterapkan di perkotaan yang memiliki lahan terbatas, yuk simak lebih jauh mengenai budidaya jamur merang tersebut.

4. Cara Budidaya Jamur Merang

Berikut ini adalah langkah budidaya jamur merang secara sederhana yang bisa Anda lakukan di rumah.

  • Siapkan Rumah Jamur atau Tempat untuk memulai Budidaya
    Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mempersiapkan tempat untuk budidaya jamur yang biasa dikenal dengan sebutan kumbung. Tempat budidaya atau rumah jamur inilah yang berfungsi untuk mengatur suhu dan kelembaban jamur merang.Anda bisa membuat kumbung dari rangka besi, kayu, atau bambu yang dilapisi dengan plastik sebagai dindingnya. Anda juga bisa membuat bangunan kumbung secara permanen. Jika Anda ingin bertanam jamur merang secara kecil-kecilan terlebih dahulu, Anda bisa mempersiapkan rumah jamur dengan cara menempel di dinding rumah, misalnya di sebelah dapur. Ukuran ideal kumbung adalah tinggi sekitar 2,5 m dengan lebar kali panjang 4 m x 6 m. Di bagian dalamnya, Anda bisa meletakkan rak dua baris yang terbuat dari besi atau kayu.
  • Siapkan Peralatan untuk Menjaga Suhu dan Kelembaban Kumbung
    Untuk menjaga agar suhu dan kelembaban di dalam kumbung sesuai, Anda sebaiknya mempersiapkan electric blower dan pemanas ruangan. Electric blower merupakan alat untuk mengalirkan udara ke dalam kumbung, sedangkan pemanas ruangan berfungsi untuk menjaga suhu di dalam kumbung tetap sesuai dengan yang diinginkan. Suhu ideal untuk budidaya jamur merang adalah 32 derajat Celcius hingga 34 derajat Celcius. 
  • Proses Pembibitan Jamur Merang
    Proses pembibitan jamur merang bisa dilakukan dengan cara membeli bibit jamur atau dengan membuatnya sendiri. Jika Anda memilih membeli, pastikan Anda memilih bibit-bibit yang baik. Sebaliknya, jika ingin membuat sendiri, berikut ini proses yang perlu diperhatikan.- Irislah payung jamur, lalu sirami dengan air hangat.
    – Masukkan irisan payung jamur ke dalam wadah.
    – Tambahkan abu sekam mentah sebanyak ¾ kg.
    – Tuangkan air bersih secukupnya, kemudian aduk sampai tercampur.
    – Tutup wadah selama 2 hingga 4 hari dan buka jika telah ada serabut putih.
  • Siapkan Media Tanam Jamur
    Media tanam yang digunakan untuk pertumbuhan jamur merang adalah jerami. Selain jamur merang, Anda juga perlu mempersiapkan bahan lain yaitu onggok. Langkah mempersiapkan media tanam adalah dengan cara menumpuk dan menyusun jerami secara berlapis-lapis sebagai berikut.- Susun jerami dengan ketinggian 15 cm, kemudian siram dengan air secukupnya.
    – Tumpuk dengan onggok secara merata kemudian siram kembali.
    – Lakukan penyusunan tersebut hingga mencapai ketinggian sekitar 1,5 m, lebar 2,5 m, dan panjang sekitar 4 m.
    – Tutupi lapisan tersebut dengan plastik.
    – Biarkan selama dua hari hingga media tanam matang.
  • Taburkan Dolomit di Media Tanam
    Setelah media tanam dibiarkan selama dua hari, langkah selanjutnya adalah menaburkan dolomit.Campurkan 40 kg bekatul dengan 24 kg dolomit, kemudian aduk hingga merata.
    Buatlah lapisan jerami dan onggok dengan ketinggian 15 hingga 20 cm.
    Siram lapisan tersebut dengan air secukupnya.
    Taburkan campuran bekatul dan dolomit secara merata ke atas lapisan tersebut.
    Tutup rapat tumpukan yang telah ditaburi campuran bekatul dan dolomit.
  • Proses Pembalikan Media Tanam
    Selanjutnya adalah proses pembalikan media tanam agar pengomposan media tanam pada jamur merang berlangsung dengan baik. Caranya adalah dengan membalik media tanam yang telah dibiarkan selama dua hari. Lakukan pembalikan media tanam sebanyak tiga kali. Jika prosesnya benar, media tanam akan berubah menjadi warna coklat tua kehitaman, mengandung kadar air sekitar 65 persen hingga 75 persen, dan memiliki tekstur yang lunak.
  • Masukkan Media Tanam ke Dalam Kumbung
    Susun media tanam yang telah jadi di atas rak dengan cara menaruh lapisan media tanam yang paling tebal di bawah, dilanjutkan dengan tumpukan yang lebih tipis secara bertahap. Kemudian taburkan kapas di atas media tanam secara merata.
  • Tebarkan Bibit Jamur Merang
    Selanjutnya adalah proses penebaran atau penanaman bibit jamur merang sebagai berikut. Ambil bibit jamur merang secukupnya, lalu tebarkan secara merata di permukaan media tanam.
    Siram lantai dengan air secukupnya agar kelembapan kumbung terjaga agar pertumbuhan jamur merang lancar. Setelah melakukan proses penanaman, tutup kembali kumbung dengan rapa
  • Pemeliharaan Jamur Merang
    Berikut ini cara mudah yang bisa Anda lakukan agar jamur merang tumbuh dengan baik. Selalu menutup rapat kumbung agar kelembaban jamur merang terjaga. Jagalah agar lantai kumbung tidak pernah kering. Usahakan agar suhu kumbung berada pada kisaran 32 derajat Celcius hingga 38 derajat Celcius.Kumbung sebaiknya dibuka ketika jamur merang telah berumur setidaknya empat hari sejak penanaman bibit.Semprot media tanam untuk menjaga kelembaban jamur merang, tetapi usahakan agar badan jamur tidak ikut tersemprot. Lakukan penyemprotan pada jamur merang secara rutin, yaitu setiap hari sebanyak dua kali, yaitu pagi dan siang menjelang sore.
  • Proses Panen Jamur Merang
    Inilah proses yang paling ditunggu, namun proses panen jamur merang tidak bisa dilakukan sembarangan. Jamur merang siap dipanen ketika menginjak usia 10 hingga 11 hari setelah penanaman. Jamur merang layak panen jika telah mencapai tinggi 3 cm hingga 6 cm atau masih berbentuk kancing. Segera lakukan pemanenan ketika kuncup jamur merang belum terbuka. Cara memetik jamur merang adalah dengan memutar secara perlahan, bukan dengan menariknya langsung.

Cara budidaya jamur merang media jerami

Cara budidaya Jamur Merang media jerami yang harus anda siapkan pertama kali adalah tempat budidaya jamur anda atau biasanya yang disebut dengan kumbung.

1. Pembuatan Kumbung atau Tempat Budidaya

Kumbung inilah yang nantinya akan mengatur serta mengontrol suhu dan juga mengatur kelembapan dari Jamur Merang yang akan anda budidayakan. Kembung bisa anda buat dari besi maupun juga bisa anda buat dari bambu dengan dinding plastik. Kami menyarankan bagi anda yang punya budget lumayan banyak, maka anda bisa membuat kumbung yang bersifat permanen.

Untuk ukuran ideal sendiri dari kumbung adalah kurang lebih tingginya 2,5 meter dan dengan panjang dan lebarnya dalah 4 meter x 6 meter. Perlu anda tahu bahwa kumbung padi nantinya akan berbentuk dua baris rak besi maupun juga rak bambu yang setiap baris raknya harus dilengkapi dengan 3 sampai dengan 5 tingkat rak bedengan.

Selain itu, anda juga harus tahu bahwa di kumbung anda harus ada elctric blower agar nantinya bisa mengalirkan udara sehingga jamur anda akan memiliki pasokan oksigen yang cukup. Dan juga kami menyarankan anda untuk menyediakan alat pemanas ruangan dan juga lampu portable agar supya suhu di ruangan anda selalu terjaga. Perlu anda tahu bahwa suhu ideal bagi jamur yang anda budidayakan adalah 32 sampai 34 derajat celcius.

2. Pembibitan Jamur Merang

Cara budidaya Jamur Merang media jerami yang kedua yang harus anda siapkan adalah pembibitan jamur merang. Tentunya di sini anda harus memilih bibit yang memiliki kualitas terbaik karena nantinya akan menghasilkan jamur dengan kualitas yang terbaik juga.

Adapun cara memilih bibit jamur terbaik adalah dengan cara seperti di bawah ini.

  • Anda bisa membeli Jamur Merang ataupun dengan mengambil beberapa tanaman jamur yang ada di pertanian dari Jamur Merang yang ingin anda budidayakan.
  • Kemudian anda harus mengiris jamur tersebut atau bisa anda potong dan anda sirami dengan menggunakan air hangat steril, masukkan jamur tersebut ke dalam wadah – wadah yang berupa panci maupun lainnya.
  • Selanjutnya anda harus mengaduknya dengan menambahkan abu sekam yang masih mentah dengan kemudian irisan jamur yang sudah anda sediakan sebelumnya sebanyak kurang lebih 3/4 kg dan kemudian anda campurkan juga dengan air bersih.
  • Yang harus anda lakukan setelahnya adalah dengan menutup wadah tersebut.
  • Pembibitan bisa dikatakan berhasil jika misalnya anda menemukan serabut putih setelah sekitar 2 sampai 4 hari ketika tutup wadah tersebut dibuka.

3. Mempersiapkan Media Tumbuh

Selanjutnya yang harus anda lakukan adalah dengan mempersiapkan media tumbuh atau media tanam. Untuk kali ini, media tanam yang akan kita gunakan adalah jerami, kapas, bekatul, onggok, maupun juga dolomik. Untuk penyusunann jerami dan juga onggok harus disusun secara bergantian serta harus berlapis – lapis.

Berikut ini beberapa cara yang harus anda perhatikan guna mempermudah anda:

  • Yang pertama yang harus anda lakukan adalah dengan menyusun jerami menjadi tumpukan setinggi 15 cm.
  • Lakukan penyiraman pada jerami anda dengan menggunakan air secukupnya.
  • Yang ketiga adalah anda harus menumpuk onggok anda di atas jerami tersebut dengan rapi dan jangan sembarangan.
  • Kemudian anda lakukan penumpukan kembali dengan menggunakan jerami yang sebelumnya sudah anda tumpuk dengan onggok, kemudian anda siram menggunakan air secukupnya.
  • Yang keempat adalah anda melakukan hal yang sama yaitu dengan menutupnya menggunakan onggok.
  • Ulangi melakukan pencampuran serta pemupukan tersebut sampai mencapai ketinggian 1,5 cm dan lebar 2,5 meter, serta memiliki panjang sekitar 4 meter.
  • Yang terakhir adalah anda harus menutup media tersebut dengan menggunakan plastik agar nantinya proses pengompokan bisa cepat terjadi.

4. Proses Pembalikan Media Tanam

Agar supaya proses pengomposan bisa berjalan dengan baik maka yang harus anda lakukan adalah dengan melakukan proses pembalikan media tanam. Berikut ini akan kami jelaskan mengenai cara – cara yang harus anda lakukan:

Setelah tadinya anda sudah membiarkan media tanam selama 2 hari, maka yang harus anda lakukan adalah dengan membalikkan.

Selanjutnya anda lakukan tahap pembalikkan kembali setelah sebelumnya sudah 2 hari anda diamkan.
Selanjutnya anda harus melakukan pembalikan tahap ketiga dengan cara dan hitungan yang sama seperti yang anda lakukan tadi.

Perlu anda tahu bahwa media tanam yang benar maka media tanam tersebut akan berubah warna menjadi coklat tua yang sedikit kehitaman serta mengandung kadar air sebanyak 65% sampai dengan 75% dan juga media tanam anda memiliki tekstur yang lunak.

5. Masukkan Media Tanam Kedalam Kembung

Yang harus anda lakukan adalah dengan menyusun media tanam tersebut di atas rak dan kemudian bagian bawahnya anda berikan media tanam yang lebih tebal. Taburkan kapas secara merata di atas media tanam tersebut secara rapi. Yang terpenting adalah anda harus memastikan bahwa tidak ada kebocoran yang terjadi pada atap kumbung. Anda juga harus tahu tentang cara menanam cabai dalam pot.

6. Perawatan Jamur Merang

Untuk perawatan Jamur Merang, berikut ini cara – caranya:

Jaga suhu serta kelembapan dari kumbung anda Tutup kumbung secara rapat dan mungkin boleh anda buka sesekali ketika jamur sudah berumur lebih dari 5 hari. Lakukan penyemprotan secara rutin dan juga lakukan pembersian seperti mencabut jamur lain yang tumbuh berbea dengan Jamur Merang.

7. Panen Jamur Merang

Jamur Merang akan siap dipanen ketika sudah berusia 10 sampai dengan 12 hari jika misalnya media yang anda gunakan sudah baik. Ciri – ciri Jamur Merang yang siap panen adalah memiliki kuncup yang terbuka. Jangan menarik Jamur Merang, akan tetapi putar dengan perlahan. Yang terakhir adalah bersihkan sisa jamur anda dan tetap jaga kelembapan dari media tanam anda.

cara budidaya jamur merang dengan media serbuk kayu

1. Persiapan Media Tanam

tentunya untuk dapat memenuhi nutrisi sebagaimana yang diperlukan jamur merang maka tentu media tanam yang diperlukan juga berupa bekatul, kapur dan juga tambahan biji bijian seperti padi, jagung atau gandum. Untuk media sendiri hatus dipilih yang berkualitas dengan kriteria antara lain sebagai berikut :

  • Serbuk kayu adalah media utama yang diperlukan, dalam hal ini haruslah merupakan serbuk kayu yang berasal dari kayun non getah.
  • Selain itu, usahakan serbuk kayu yang digunakan merupakan serbuk kayu yang baru, atau minimal berusia 1 bulan.
  • Untuk bekatul dan bahan lainnya pastikan juga merupakan bahan yang berkualitas baij dan tidak mengandung hama atau penyakit serta juga resiko kontaminasi.
  • Setelah semua bahan siap, maka serbuk kayu dan bekatul sebaiknya diayak untuk memisahkan antara kotoran dan bagian terbaiknya.
  • Hanya ambil bagian yang halus serta buang bagian kotorannnya.
  • Setelah itu, letakkan semua bahan media baglog kedalam ruangan pembuatan baglog untuk selanjutnya dapat dilakukan tahapan pembuatan baglog serbuk kayu untuk media jamur merang .

2. Pembuatan Baglog

Pembuatan baglog merupakan tahapan kedua dalam budidaya jamur merang. Adapun tajapan dan prosesnya dapat mengikuti cara dalam cara budidaya jamur merang alami sebagai berikut ini :

  • Campurkan semua bahan dengan masing masing komposisi 75-80% serbuk gergaji, 10-15% bekatul, 1-2 persen kapur dan 1-2% biji bijian.
  • Campurkan semua bahan hingga merata dan kemudian tambahkan air hingga kadar air mencapai 70-80%.
  • Untuk mengetahui jumlah kadar air yang tepat caranya cukup mudah, yakni hanya dengan mengenggam adonan, kemudian mengepalkannya jika adonan baglog tidak buyar namun air tidak keluar dari adonan maka kadar air cukup.
  • Namun jika adonan masih buyar dan ambyar maka tambahan air, namun jangan sampai terlamoau banyak dan membuat media becek.
  • Selanjutnya kemudian masukkan media tanam kedalam plastik PP tahan panas kapasitas 1 Kg.
  • Isikan media kedalam plastik hingga penuh dan kemudian padatkan, anda bisa menggunakan alat pengepres atau juga melakukannya secara manual.

Setelah itu kemudian tutup bagian atas baglog dengan melipat plastik yang tersisa san balikkan.
Tahapan selanjutnya dapat dilakukan sterilisasi media.

3. Sterilisasi Media Baglog

Sterilisasi media menjadi tahapan yang penting sebab pada tahap ini merupakan tahapan untuk mematikan mikroorganisme yang dapat menyebabkan kontaminasi. Adapun tahapan sterilisasi media bahlog dilakukan dengan metode sebagai berikut ini :

  • Persiapkan alat sterilisasi sederhana dengan menggunakan drum kapasitas besar, tungku dan kayu bakar.
  • Pertama tama letakkan drum diatan tungku kemudian letakkan saranhan di bagian dasar drum dan isikan dengan menggunakan air hingga batas bawah permukaan sarangan.
  • Setelahnya tata baglog di atas bagian sarangan hingga memenuhi drum.
  • Kemudian, nyalakan api dan lajukan sterilisasi selama 7-8 jaga api tetap dalam kondisi stabil.
  • Agar penguapan sempurna maka tutup bagian permukaan drum.
    Setelah stetilisasi selsai, buka tutup drun dan biarkan uap keluar kemudoan masukkan media baglog kedalam ruang tanam.

4. Inokulasi

bibit-jamur-merang

Inokulasi merupakan tahapan penanaman bibit kedalam media baglog, Adapun tahapan inokulasi dapat dilakukan dengan cara yang tidak jauh berbeda dengan budidaya jamur pada umumnya sebagai berikut:

  • Pertama masukkan semua alat tanam, serta juga bibit berkualitas kedalam ruang tanam.
  • Tetlebih dahulu cuci tangan sebeluam ansa melalakukan penanaman dan gunakan air bersih serta pakaian yang bersih.
  • Semprot ruang tanam menghunakan alkohol 70%.
  • Kemudian buka tutup bibit dan masukkan bibit kedala baglog, dan taburkan dengan merata.
  • Setelah itu kemudian tutup bagian plastik sisa baglog menggunakan cincin paralon.
  • Tekuk sisa plastik kebagian bawah dan ikat dengan menggunakan karet dengan kencang.

5. Inkubasi

bibit-jamur-merang

Proses ini sendiri merupakan proses menumbuhkan miselium jamur sebelum akhirnya baglog dipindahkan ke kumbung.

Inkubasi dilakukan di dalam ruanhan khusus yang kedap cahaya matahari. Hal ini untuk mencegah matahari masuk dan dapat mematikan miselium, maka jika perlu saat tahap inkubasi baglig ditutup dengan menggunakan kain gelap atau terpal. Lakukan penyiraman untuk menjaga suhu dan kelembaban agar berada pada range 26-28 derajat celcius dan kelembaban udara 70-80%. Lama waktu inkubasi berkisar antara 5-8 minggu, saat miselium telah memenuhi 2/3 bagian baglig maka dapat segera dipindahkan ke kumbung.

6. Pemindahan Baglog Ke Kumbung

Pemindahan baglog dilakukan dengan cara manual yakni mengangkut baglog kedalam kumbung. Kemudian menyusin dan menatanya kedalam rak. Biasanya dalam satu rak dibuat 3-5 baglog sebaimana dalam cara budidaya jamur tiram f0,

Gunakan tak bagian pertama dan kedua saja agar lebih mudah dalam pemeliharaan dan perawatan. Sebeluk dipindahkan sebaiknya kumbung dibersihkan dan jendela dibuka agar udara di dalam kumbung dapat bertukar dengan udara diluar.

Setelah semua baglog dipindahkan maka tutup dan kunci rapat pinti dan jendela kumbung.

7. Pemeliharaan Baglog Jamur Merang

Perawatan dan pemeliharaan yang dilajukan dalam budidaya jamur merang relatif tidak berbeda dengan pemeliharaan jamur dengan serbuk kayu meliputi :

Penyiraman
Penyiraman dilkukan dengan menyiramkan air menggunakan selang air yang diberi nozle. Kemudian siram bagian atau dan lantai kumbung. Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore hari untik menjaga dan mempertahankan kelembaban udara. Pada saat cuaca terik maka penyiraman dapat ditingkatkan intensitasnya.

Pengendalian Hama dan Penyakit (HPT)
Pengendalian HPT dapat dilakukan dengan pencegahan yakni langsung mematikan hama yang muncul. Serta juga tidak lupa menyingkirkan baglog yang mengalami kontaminasi agar tidak menular ke baglig yang sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *